Jaga Warisan Lokal, Disdikbud Tegal Kampanyekan Dokumentasi Sejarah Berbasis Digital

Jaga Warisan Lokal, Disdikbud Tegal Kampanyekan Dokumentasi Sejarah Berbasis Digital

TEGAL, radartegal.tv – Upaya melestarikan seni dan budaya daerah tidak cukup hanya melalui pertunjukan atau festival. Dokumentasi yang sistematis serta penyimpanan arsip budaya menjadi fondasi penting agar jejak sejarah tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal mengajak masyarakat, pelaku seni, hingga komunitas budaya untuk bersama-sama mendokumentasikan berbagai peristiwa bersejarah di daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam podcast Radar Tegal Televisi bertajuk “Jejak Budaya Kota Tegal: Pencatatan Peristiwa sebagai Warisan untuk Generasi Mendatang” yang diselenggarakan pada Jumat (24/7/2026). Acara yang dipandu jurnalis Radar Tegal, Meiwan Dani Ristanto, menghadirkan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Tegal, Hermawan Fajar Arisandi, bersama Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Suriali Andi Kustomo.

Dalam perbincangan tersebut, Hermawan menegaskan bahwa pendataan peristiwa budaya merupakan bagian dari amanat peraturan perundang-undangan untuk menjaga sekaligus mengembangkan identitas budaya daerah. Tahapannya meliputi identifikasi, pengumpulan informasi, proses verifikasi, hingga penetapan melalui kajian yang melibatkan para ahli.

Menurutnya, setiap peristiwa budaya tidak hanya dipandang sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai rekam jejak perjalanan masyarakat yang memiliki nilai sejarah. Dokumentasi tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah sekaligus sumber informasi bagi generasi mendatang.

Selain itu, arsip budaya yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan juga menjadi salah satu syarat penting dalam pengajuan tradisi lokal sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Suriali Andi Kustomo. Ia menilai bahwa dokumentasi memiliki peran yang sama pentingnya dengan pelaksanaan sebuah pertunjukan seni. Tanpa adanya pencatatan yang baik, berbagai tradisi dan kesenian berpotensi terlupakan seiring berjalannya waktu.

Ia mengungkapkan, Kota Tegal memiliki beragam kekayaan budaya yang perlu dijaga bersama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, seniman, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum diperlukan agar data budaya yang dihimpun semakin lengkap dan akurat.

Di tengah perkembangan teknologi digital, kedua narasumber juga sepakat bahwa pemanfaatan platform digital menjadi langkah strategis dalam mendokumentasikan sekaligus mempromosikan budaya lokal. Arsip digital dinilai mampu menjangkau generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, sehingga mereka lebih mengenal sejarah serta warisan budaya daerahnya.

Keberadaan repositori budaya yang terintegrasi tidak hanya bermanfaat sebagai bahan pembelajaran di sekolah maupun referensi penelitian, tetapi juga diyakini dapat mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan di Kota Tegal.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *